Selasa, 23 April 2013

Tafsir Surat Ar-rum ayat 30


BAB II
KAJIAN AYAT

A.    Surat Ar-rum ayat 30
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُون
َArtinya : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
B.     Mufrodat
أَقِمْ        :      berasal dari kata  اَقَامَ اْلعُوْدَوَقَوَّمَهُ  , yakni bila dia meluruskan kayu itu. Artinya dia telah meluruskan dan melepangkan kayu itu. Sedang makna yang dimaksud di sini ialah menerima agama islam dan teguh di dalam memegangnya.
حَنِيفًا         :       berasal dari kata al-hanif yang artinya allah dapat diselidiki dalam diri manusia yaitu mau menerima kebenaran dan persiapan untuk menemukannya.
خَلْقِ اللَّهِ      :       yang dimaksud adalah fitrah yang telah di sebutkan tadi
الْقَيِّمُ          :       lurus yang tidak ada kebengkokan dan ada penyimpangan
C.    Munasabah
D.    Penafsiran ayat
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً
Maka arahkanlah wajahmu dengan lurus menuju ke arah yang telah di tentukan oleh tuhanmu demi taat kepada-Nya, yaitu arah agama yang lurus dan agama fitrah. Dan berpalinglah kamu dari kesesatan untuk menuju kepada petunjuk.
فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
Tetaplah kalian semua pada fitrah yang telah di ciptakan oleh allah dalam diri manusia, karena sesungguhnya dia menjadikan dalam diri mereka fitrah yang selalu cenderung kepada ajaran tauhid dan meyakinkannya. Hal yang membimbing kepadanya pemikirannya yang sehat.

لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ
Tidak layak fitrah allah di ganti atau dirubah. Ini adalah kalimat berita yang mengandung makna perintah jadi seolah-olah dikatakan, “janganlah kalian mengganti agama allah dengan kemusyrikan.”
Penjelasannya bahwa akal manusia itu seakan-akan lembaran yang putih bersih dan siap untuk menerima tulisan yang akan di tuangkan di atasnya, dan ia seprti lahan yang dapat menerima semua apa yang akan ditanamkan kepadanya. Ia dapat menumbuhkan hanzal (yang buahnya sangat pahit) sebagaimana ia pun dapat menumbuhkan berbagai macam pohon-pohonan yang berbuah dan ia dapat menumbuhkan obat dan racun.
Jiwa manusia itu datang kepadanya berbagai macam agama dan pengetahuan, lalu ia menyerapnya akan tetapi hal-hal yang baiklah yang paling di serapnya. Sebagaimana halnya tumbuh-tumbuhanpun sebagian besar dari padanya mengandung racun dan tidak bermanfaat sangat sedikit. Dan jiwa manusia itu tidak akan mengganti fitrah yang baik ini dengan pendapat-pendapat yang rusak melainkan adanya seorang guru yang mengajarinya. Yang demikian itu adalah umpama dua orang yahudi dan nasrani. Seandainya orang tua membiarkan anaknya, niscaya sang anak akan mengetahui dengan sendirinya, bahwa tuhan itu satu dan akalnya tidak akan menuntunnya.karena sesungguhnya ternakpun tidak akan terpotong-potong telinganya ataupun bagian tubuh lainnya kecuali karena faktor dari luar dirinya. Demikian pula lembaran akal, ia tidak akan terkena pengaruh melainkan dari faktor luar yang menyesatkan tanpa ia sadari.
ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Hal yang aku perintahkan kepada kalian itu, yaitu ajaran tauhid, ia adalah agama yang haq, tiada kebengkokan dan tiada pula penyimpangan di dalamnya.
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُون
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, demikian itu karena mereka tidak mau menggunakan akalnya guna memikirkan bukti-bukti yang jelas yang menunjukkan kepada ketauhidan ini. Seandainya mereka mengetahui hal tersebut dengan sebenar-benarnya, niscaya mereka akan mengikutinya, dan mereka tidak akan menghalang-halangi manusia yang menyerap nur-Nya. Dan pasti mereka tidak akan menurunkan penghalang-penghalang yang menghambat masuknya sinar ketauhidan kepada diri manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar